Kamis, 09 Februari 2012

UJI KUALITAS AIR


Laporan Praktikum                             Hari/Tanggal   : Jum’at, 16 Maret 2012
Mikrobiologi                                       Waktu             : 08.00-11.20 WIB
                                                            Kelompok       : 1
                                                            PJP                  : Emil Wahdi
                                                            Assisten           : - Ramdhani
-    Ebta
-    Genny


UJI KUALITAS AIR

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRvcjNXOS18ffwJZVzw4ATNx1qnOA_fxH9pwW_UnXSU3QJX3WLOZu4lcfs




Disusun oleh :

1.      Nia Mutiarani                    J3M111008
2.      Hadyan Arikta S               J3M111010
3.      Vicky Puji Wijayati           J3M111048
4.      Ulfa Kharisma Putri          J3M111085
5.      M. Okvian                         J3M111080


                                                                                          


TEKNIK DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN
PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012
Pendahuluan
Air merupakan materi esensial bagi kehidupan makhluk hidup, karena makhluk hidup memerlukan air untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Secara umum fungsi air dalam tubuh setiap mikroorganisme adalah untuk melarutkan senyawa organik, menstabilkan suhu tubuh dan melangsungkan berbagai reaksi kimia tingkat seluler (Campbell dkk., 2002). Pemeriksaan air secara mikrobiologi sangat penting dilakukan karena air merupakan substansi yang sangat penting dalam menunjang kehidupan mikroorganisme yang meliputi pemeriksaan secara mikrobiologi baik secara kualitatif maupun kuantitatif dapat dipakai sebagai pengukuran derajat pencemaran (Ramona dkk., 2007).
Pemeriksaan derajat pencemaran air secara mikrobiologi umumnya ditunjukkan dengan kehadiran bakteri indikator seperti coliform dan fecal coli (Ramona dkk., 2007). Bakteri coliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang gram negatif, tidak membentuk spora, aerobik, dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktose dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35° C (Pelczar,1988).
Kelompok bakteri coliform antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri ini dalam air minum juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya Shigella, yang bisa menyebabkan diare hingga muntaber (Kompas Cyber Media, 2003 dalam Kompas.com).
Menurut Supardi dan Sukamto (1999), bakteri coliform dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
1)  Coliform fekal, misalnya E. coli, merupakan bakteri yang berasal dari kotoran hewan atau manusia.
2)     Coliform non-fekal, misalnya E. aeroginosa, biasanya ditemukan pada hewan atau tanaman yang telah mati.
Jadi, coliform adalah indikator kualitas air. Semakin sedikit kandungan coliform, maka kualitas air semakin baik.

Uji kualitas air terdiri dari 3 step utama, yaitu: Uji penduga, Uji penguat dan Uji pelengkap. Dalam uji penduga di gunakan lactose broth, sedangkan untuk contoh lainya yang banyak mengandung bakteri asam laktat, misalnya susu, di gunakan brilliant green lactose bile broth (BGLBB). Bakteri asam laktat dapat memfermentasi laktosa dan membentuk gas, hingga dapat mengakibatkan pembacaan uji positif yang salah.
BGLBB merupakan medium selektif yang mengandung asam bile sehingga dapat menghambat bakteri gram positif termasuk coliform. Inkubasi di lakukan pada suhu 35oC selama 24-48 jam. Tabung di nyatakan positif bila terebentuk gas sebanyak 10 % atau lebih dari volume di dalam tabung Durham. Jumlah tabuung yang positif di hitung pad masing-masing seri. MPN penduga dapat di hitung dengan melihat table MPN 7 tabung.
Uji Penguat. Terbentuknya gas dalam Lactose Broth atau dalam BGLBB tidak selalu menunjukan bakteri E.Colli karena mikroba lainya mugkin juga ada yang dapat memfermentasikan laktosa dengan membentuk gas, misalnya bakteri asam laktat dan beberapa kahmir tertentu. Oleh karena itu perlu di lakukan uji penguat pada agar EMB. Dengan Menggunakan jaarum ose, contoh dari tabung MPN yang menunjukan uji penduga positif (terbentuk gas) masing-masing di inokulasikan pada agar cawan EMB dengan cara goresan kuadran. Semua tabung di inkubasikan pada suhu 35oC selam 24 jam. Jumlah cawan EMB pada masing-masing pengenceran yang menunjukan adanya pertumbuhan Coliform, baik fekal maupun non fekal dihitung dan MPN penguat dapat di hitung dari table MPN.
Pengujian selanjutnya dilanjutkan dengan uji pelengkap untuk menentukan bakteri Escherichia coli. Dari koloni yang berwarna pada uji penguat diinokulasikan ke dalam medium Lactose Broth dan medium agar miring Nutrient Agar (NA), dengan jarum inokulasi secara aseptik. Diinkubasi pada suhu 37oC selama 1 x 24 jam. Bila hasilnya positif terbentuk asam dan gas pada Lactose Broth, maka sampel positif mengandung bakteri Escherichia coli. Dari media agar miring NA dibuat pewarnaan Gram dimana bakteri Escherichia coli merupakan Gram negatif berbentuk batang pendek.

Tujuan
            Tujuan dari praktikum Uji Kualitas Air adalah untuk menguji kualitas air kolam secara mikrobiologi dengan uji Coliform.

Alat dan bahan
            Alat-alat yang digunakan dalam praktikum Uji Kualitas Air yaitu: Tabung reaksi, Tabung durham, Bunsen, Inkubator, Cawan petri, Oase, Mikroskop, Pipet mikro, Preparat, Kertas saring, Corong, Erlenmeyer, Botol semprot.
            Bahan-bahan yang digunakan diantaranya: Sample air kolam, Media Lactosa Broth, EMBA (Eosin Metilen Blue Agar), Kristal ungu, Aquades, Iodium 1%, Alkohol 96%, Safranin.

Prosedur
            Uji penduga dilakukan pada hari Jum’at, 16 Maret 2012. Yang pertama dilakukan adalah mengambil sample air kolam dan menyaringnya. Setelah itu, menyiapkan 15 tabung reaksi yang dibagi menjadi 3 seri yaitu 5 tabung Double Strength 10 ml, 5 tabung Single Strength 1 ml, dan 5 tabung Single Strength 0,1 ml. Pada masing-masing tabung sudah berisi media Lactosa Broth dan 1 tabung durham di dalamnya. Tabung dibalik perlahan agar tidak terdapat gelembung udara. Masukkan sample air kedalam masing-masing tabung dengan metode sterilisasi agar tidak terkontaminasi. Setelah selesai Inkubasi selama 24 jam.
            Uji Penguat dilakukan pada hari Sabtu, 17 Maret 2012. Sebelum melakukan uji penguat, terlebih dahulu melihat hasil uji penduga. Indikator yang dilihat adalah gelembung udara pada tabung durham, jika pada tabung durham terdapat gelembung udara, dugaan positif ada mikroba didalam sample air. Gelembung yang terbentuk dihitung dan dilihat pada table MPN. Cawan petri yang berisi EMBA (Eosin Metilen Blue Agar) disiapkan, kemudian oase yang akan digunakan dicelupkan ke dalam alkohol lalu dibakar pada bunsen, lalu ditunggu beberapa saat dan oase dicelupkan ke dalam sampel lalu digoreskan kedalam cawan petri yang telah berisi EMBA. Setelah 24 jam hasilnya diamati, terbentuk atau tidaknya warna hijau metalik.
         Uji pelengkap (pewarnaan gram) dilakukan pada hari senin, 19 Maret 2012. Pertama, kaca preparat dibersihkan lalu preparat ditetesi dengan sedikit aquades dan diolesi dengan bakteri. Lalu difiksasi beberapa saat, kemudian diteteskan pewarna Kristal ungu dan dibiarkan selama 1 menit lalu dibilas dengan aquades. Kemudian ditetesi dengan iodium 1%, tunggu selama 1 menit dan dibilas kembali menggunakan aquades. Selanjutnya ditetesi dengan alkohol 96%, tunggu selama 1 menit lalu dibilas dengan aquades. Tahap terakhir ditetesi dengan safranin, tunggu selama 45 detik dan dibilas dengan aquades. Kemudian bakteri diamati pada mikroskop lalu dilihat warna dan bentuk bakterinya.

Data Hasil
Tabel 1 Hasil pengamatan uji kualitas air pada sampel air kolam
Uji
Hasil Pengamatan
Uji Penduga
Terbentuk gelembung pada semua tabung
Uji Penguat
Tidak terbentuk warna hijau metalik
Uji Pelengkap
Bentuk bakteri : Basil
Warna bakteri : Merah muda

Pembahasan
Metode MPN (Most Probable Number) untuk uji kualitas air saat praktikum menggunakan coliform sebagai indikator. Kelompok Coliform mencakup bakteri yang aerobic dan anaerobic fakultatif, berbentuk batang atau basil, gram negative dan tidak membentuk spora. Coliform memfermentasikan laktosa dengan membentuk asam dan gas CO2 dalam waktu inkubasi selama 24 jam dan diletakkan pada suhu 37ºC.
Hasil yang diperoleh dari uji penduga yaitu pada tabung berlabel Double Strength, Single Strength 1 ml, dan Single Strength 0,1 ml terbentuk gelembung pada tabung durham yang mengindikasikan adanya coliform pada air sampel dengan indeks MPN per 100 ml sebesar lebih dari 2400.
. Uji selanjutnya ialah uji penguat, uji ini dilakukan pada media EMBA (Eosin Metilen Blue Agar). Larutan sampel pada tabung berlabel Double Strength, Single Strength 1 ml, dan Single Strength 0,1 ml yang telah diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37ºC diambil dengan oase dengan cara dicelupkan lalu dioleskan ke dalam EMBA. Uji positif dapat dilihat dari terbentuknya warna hijau metalik atau tidak. Hasil praktikum menunjukkan bahwa pada uji penguat hasil yang diperoleh negatif karena tidak terbentuk warna hijau metalik pada EMBA.
Uji yang terakhir ialah uji pelengkap, pada uji ini dilakukan pewarnaan gram untuk mengetahui bentuk dari bakteri yang terdapat pada sampel. Prosedur pewarnaan gram yang dilakukan sama seperti pewarnaan gram yang telah dilakukan sebelumnya. Adapun fungsi-fungsi penambahan warna pada pewarnaan bakteri gram yaitu, pewarna Kristal ungu ditambahkan sebagai pemberi warna awal, iodium ditambahkan untuk memperkuat ikatan pada dinding sel sehingga warna yang dilihat dapat terlihat lebih jelas, alkohol ditambahkan sehingga pada bakteri gram negatif yang mengandung peptidoglikan.
Safranin ditambahkan untuk memberikan kompleks warna merah pada bakteri gram negatif sehingga bakteri gram negatif menjadi berwarna merah sedangkan pada bakteri gram positif pewarna safranin tidak berpengaruh sehingga bakteri gram positif tetap berwarna ungu. Setelah dilakukan pewarnaan gram dan diamati pada mikroskop, bakteri yang teramati yaitu bakteri berbentuk basil dan berwarna merah muda sehingga dapat dikatakan terdapat bakteri E.Colli.

Kesimpulan
            Berdasarkan hasil praktikum Uji Kualitas Air dapat disimpulkan bahwa pada air kolam terdapat bakteri E.Colli. Tidak terbentuknya warna hijau metalik pada uji penguat disebabkan ketidakjelasan warna pada saat pengamatan, sehingga warna hijau metalik tidak terlihat.


Daftar Pustaka
Fardiaz, S. Mikrobiologi Pangan 1. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Lay,B.W. 1 Pelezar, M. J. and Chan E. CS. 1988. Dasar-dasar Mikrobiologi 2. UI Press, Jakarta.
Maulana, N.I Muhammad. 2010. Coliform dan Pengaruhnya. Yogyakarta: Fakultas Sistem Informasi Kesehatan dan Rekam Medik Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global.
Suriaman, Edi , Juwita. 2008. Uji Kualitas Air [Skripsi]. Malang: Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Malang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar